UNSIQ Tuan Rumah Workshop Internasionalisasi LPTNU dan Automasi SAPTO 2.0: Perkuat Sinergi 32 PTNU Menuju Mutu dan Daya Saing Global
Wonosobo, 25 Juli 2025 — Dalam upaya mendorong kualitas pendidikan tinggi Nahdlatul Ulama menuju standar global, Universitas Sains Al-Qur’an (UNSIQ) Jawa Tengah di Wonosobo menggelar Workshop Internasionalisasi LPTNU dan Automasi SAPTO 2.0, yang diikuti oleh 32 Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU) se-Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu, 25 Juli 2025, bertempat di Ruang Multipurpose Pascasarjana Lt.3 Kampus 1 UNSIQ, dan menjadi ajang strategis dan silaturrahmi bagi pimpinan perguruan tinggi NU untuk memahami serta mengakselerasi transformasi mutu pendidikan berbasis digital dan internasionalisasi, sebagaimana mengacu pada Permendikbudristek nomor 53 tahun 2023.
Sebagai narasumber utama, hadir Prof. Ir. Ari Purbayanto, M.Sc., Ph.D., Ketua Dewan Eksekutif BAN-PT RI, yang memberikan pemaparan mendalam mengenai SAPTO 2.0 sebagai sistem baru yang dikembangkan oleh BAN-PT untuk memperkuat tata kelola akreditasi berbasis data PD DIKTI, transparansi, dan efisiensi proses. Dalam persentasi yang beliau beri judul: “Pengelolaan capaian akreditasi Unggul UNSIQ menuju perguruan tinggi Global”, akreditasi sekarang sudah berbasis pada 6 indikator kunci: yaitu Budaya mutu, Relevansi Tri Dharma pendidikan, Penelitian dan Pengabdian masyarakat, Akuntability dan Diferensiasi Misi. Selain itu, beliau juga menyoroti pentingnya orientasi internasional dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi, terutama bagi perguruan tinggi berbasis keislaman yang memiliki potensi besar dalam mengekspor nilai dan kontribusi intelektual ke level global. Beliau Prof Ari Purbayanto mengutif pesan Joyce Meyer: “Gayning a victory is more difficult than maintaining it once you have it”. Prof Ari juga memaparkan capaian kampus UNSIQ yang terakreditasi UNGGUL sebagai contoh pengembangan kualitas mutu unggul, dan perlunya continous quality improvement (CQI). Di sesi akhir Prof Ari menyampaikan pesan filosof Aristoteles bahwasanya “Quality is not an Act, It is a Habit”.

Acara ini dibuka secara resmi oleh Rektor UNSIQ, Dr. Z. Sukawi, M.A., yang juga tampil sebagai Keynote Speaker. Dalam pidatonya, beliau menyampaikan bahwa tantangan globalisasi dan revolusi digital saat ini menuntut perguruan tinggi, khususnya PTNU, untuk mampu beradaptasi dengan cepat serta membangun sistem mutu yang tidak hanya unggul di tingkat nasional, tetapi juga kompetitif di tingkat internasional.
“UNSIQ per 6 Mei 2025 bersyukur dan bangga menjadi bagian dari 182 perguruan tinggi di Indonesia yang telah berhasil meraih akreditasi UNGGUL dari BAN-PT data hari ini Rabu 25 Juni 2025, suatu capaian yang bukan hanya simbol prestise, tetapi juga amanah besar untuk terus memimpin dan membimbing PTNU lainnya dalam membangun sistem mutu yang kokoh, berkarakter, dan relevan dengan tantangan zaman,” ujar Dr. Sukawi, M.A.
UNSIQ dengan status Akreditasi UNGGUL menjadi salah satu pelopor kampus unggul berbasis keislaman, dan kini semakin menegaskan posisinya sebagai center of excellence dalam lingkungan LPTNU. Keunggulan ini tak hanya terlihat dari aspek administratif dan akademik, tetapi juga dari komitmen terhadap penguatan nilai-nilai Islam wasathiyah, inovasi kurikulum integratif, serta transformasi digital dalam penjaminan mutu dan layanan akademik.
Kegiatan workshop ini dimoderatori oleh Dr. Muhamad Ali Mustofa Kamal, A.H., M.S.I., Kepala Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UNSIQ, yang secara aktif memandu jalannya diskusi panel dan tanya jawab. Dalam sesi interaktif tersebut, para peserta dari berbagai PTNU menyampaikan tantangan konkret yang mereka hadapi dalam penerapan SAPTO 2.0 dan strategi menuju akreditasi unggul. Berbagai solusi dan pengalaman dari UNSIQ pun dibagikan secara terbuka, sehingga terjadi proses belajar bersama yang produktif dan inspiratif.
Workshop ini bukan sekadar ajang peningkatan kapasitas teknis, namun juga menjadi momentum penting untuk memperkuat solidaritas dan kolaborasi antar-PTNU di wilayah Jawa Tengah dan DIY. Melalui kegiatan ini, LPTNU mempertegas komitmennya dalam menciptakan ekosistem pendidikan tinggi yang bermutu, inklusif, adaptif, dan berbasis nilai-nilai luhur ke-NU-an.
Dengan menjadi tuan rumah kegiatan ini, UNSIQ semakin mengukuhkan dirinya sebagai pionir transformasi mutu pendidikan tinggi Nahdlatul Ulama di Indonesia. Langkah-langkah strategis seperti internasionalisasi dan automasi SAPTO 2.0 bukan hanya bentuk kesiapan menghadapi masa depan, tetapi juga cermin dari identitas kampus yang progresif, inklusif, dan unggul.
